terpikat kerlip pandang ayumu..
ajak nuraniku bercanda dengan cerita..
anggun tersapu angin jilbab lembutmu..
duhai pemetik gundah di sendratari jiwa..
tak sedetk engkau minggat dari wajah pandangku..
centil aduhai, kau ajak ku menari..
nafas berhembus gairahkan tafa'kur..
hentak engganku berganti cinta yaumiyah..
sekelumit guratan juwita rasa..
namun,..
di ujung jilbab anggun putihmu..
ada setitik kibasan angin tak menentu..
terjilat percik amurka zaman..
takut diri tiada pengagum..
okh,..
berubah di kau tanggalkan fitrah..
menampakkan lekuk duhai nan amboii..
mulus tak tercela lekuk lehermu..
bak penari 'ular' di pentas panggung..
gairahkan netra sang arjuna fana..
okh,..
di kau pemimpin di belantara hawa..
padamkan kobar yang hanguskan hujung jlbabmu..
apalah jiwa mahkota terlerai, wahaiii..
semat yang terlepas, duhai impian..
keindahan sejati akan terpancar..
walau terasing di buana pijak,..
akan tersemat di di al-kautsar rahim-Nya..
wahai, pualam jiwaku,..
taklim wa taklum lewat intipan..
di balik intan pualam jilbab..
padamu juwita raga..
generasi negeri terlahir......
=========
Musyafir Kata_SRPA
Dari keheningan, menerpa raga dan jiwa, kelabu warna hidup, menyelimuti negri dan semesta nalar. Hanya pada bias-bias biru, pada aksara biru , pada harapan biru, dan doa biru berkumpul di asa bersemayam.
Sabtu, 28 Mei 2011
Jumat, 27 Mei 2011
Ahbian Sandy Slideshow
Ahbian Sandy Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ Ahbian Sandy Slideshow ★ to Yogyakarta, Makassar and Jember. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"
Selasa, 17 Mei 2011
enggan berkemas
aksara hening
=================
raib tak berjejak
lepas tak berbalas
mimpi buaian tinggal tak bersemi
hanya jejak kaki yang terhapus air hujan
pada alam manakah jiwa berkelana?
mengetuk pagi enggan di caci lagi
memanggil malam tiada berkalam
karena ku yakin
hari ini
hari esok
jalan menuju cita dan cinta
dan...
bermuara pada kematian
masikah menanti pagi dan bercanda dengan malam?
pagi, malam adalah pintu tuk memahat lahat
mari berkemas di tarian gemas
akan jiwa yang terkulai lemas
sedangkan waktu
terus memenggal
jatah nafas
==================
celebes.....2011....
by : musyafir kata _ SRPA
=================
raib tak berjejak
lepas tak berbalas
mimpi buaian tinggal tak bersemi
hanya jejak kaki yang terhapus air hujan
pada alam manakah jiwa berkelana?
mengetuk pagi enggan di caci lagi
memanggil malam tiada berkalam
karena ku yakin
hari ini
hari esok
jalan menuju cita dan cinta
dan...
bermuara pada kematian
masikah menanti pagi dan bercanda dengan malam?
pagi, malam adalah pintu tuk memahat lahat
mari berkemas di tarian gemas
akan jiwa yang terkulai lemas
sedangkan waktu
terus memenggal
jatah nafas
==================
celebes.....2011....
by : musyafir kata _ SRPA
Minggu, 01 Mei 2011
cinta dibalik prahara
Cinta Dibalik Prahara
[ kolaborasi :
Syair Revolusi Putih Ahbian dan Sketsa Oase Senja ]
=====================================
terbendung cakrawala memikat cerah
terhenti kumparan mega menghitam pekat
sebentar tangis dirgantara merinai ke bumi pijak
tertatih dewangga ku rajut dalam basahnya
kan tersentuh bias-bias halilintar rasa
sejenak mendung selimuti awan duka..
dibalik gelegar gaung nurani bergelegar bak petir…
tersendu relung laksana rintik hujan..
moksa melayang,
senyum pelangi tersungging di rona kelamku
Bias rinai cahya
membayang di cakrawala sukma
samar redup
mengatuplah putik anyelir
tersaput bulir hujan renjana
pantulan itu tak binasa
dalam awan nestapa
dewangga salut mengasap durga
sendu beradu memiris pilu
berjaya bak halilintar bergelegar
tak padam asa
tatap...
Renung akan relung nan dicipta
dilema buana kan berujung dimuara
semua berdenting dalam kurun masa
tak kekal
begitupun sang prahara
ada masa terang pasca gulita
percayalah...
Ada waktunya pelangi merona
dan kudapati senyummu disana
lembut elus anila malam..
terbingkis lewat elok aksaraMu
tersentuh kemarau dengan seloka hujan
ku tutup relung jiwaku
agar tak gigil kuasai atma
dengan bersidekap dengan hasrat
pada-Mu memiltal kehangatan
ku nanti merona pelangi
di tapal resah tak kunjung sua
dalam hening yang kuasai sunyi
tetap menata sisa puing yang berhamburan
Dibatas ratap
embun aksara nan lindap
merasuk jasad
sirami qalbi lewat kalam Illahi
tutup relung jiwamu
beri setitik ruang temu
biar retak tak apa
sedikit,
tuk alirkan bayu rindu
pemantik nafas ruhmu
dan tabir senyap menguak nikmat
rona pelangi kan tiba
nantikan diujung senja
setelah curah air langit hati terhenti
kini nikmatilah diam
rengkuh alam tapa
khusyukkan pikiran
sembari susun diksi mimpi
yang terangkai diambang fajar
Mungkin..!!!
Mentari esok menyapa kerlip embunMU
[ kolaborasi :
Syair Revolusi Putih Ahbian dan Sketsa Oase Senja ]
=====================================
terbendung cakrawala memikat cerah
terhenti kumparan mega menghitam pekat
sebentar tangis dirgantara merinai ke bumi pijak
tertatih dewangga ku rajut dalam basahnya
kan tersentuh bias-bias halilintar rasa
sejenak mendung selimuti awan duka..
dibalik gelegar gaung nurani bergelegar bak petir…
tersendu relung laksana rintik hujan..
moksa melayang,
senyum pelangi tersungging di rona kelamku
Bias rinai cahya
membayang di cakrawala sukma
samar redup
mengatuplah putik anyelir
tersaput bulir hujan renjana
pantulan itu tak binasa
dalam awan nestapa
dewangga salut mengasap durga
sendu beradu memiris pilu
berjaya bak halilintar bergelegar
tak padam asa
tatap...
Renung akan relung nan dicipta
dilema buana kan berujung dimuara
semua berdenting dalam kurun masa
tak kekal
begitupun sang prahara
ada masa terang pasca gulita
percayalah...
Ada waktunya pelangi merona
dan kudapati senyummu disana
lembut elus anila malam..
terbingkis lewat elok aksaraMu
tersentuh kemarau dengan seloka hujan
ku tutup relung jiwaku
agar tak gigil kuasai atma
dengan bersidekap dengan hasrat
pada-Mu memiltal kehangatan
ku nanti merona pelangi
di tapal resah tak kunjung sua
dalam hening yang kuasai sunyi
tetap menata sisa puing yang berhamburan
Dibatas ratap
embun aksara nan lindap
merasuk jasad
sirami qalbi lewat kalam Illahi
tutup relung jiwamu
beri setitik ruang temu
biar retak tak apa
sedikit,
tuk alirkan bayu rindu
pemantik nafas ruhmu
dan tabir senyap menguak nikmat
rona pelangi kan tiba
nantikan diujung senja
setelah curah air langit hati terhenti
kini nikmatilah diam
rengkuh alam tapa
khusyukkan pikiran
sembari susun diksi mimpi
yang terangkai diambang fajar
Mungkin..!!!
Mentari esok menyapa kerlip embunMU
Label:
kosnadi merenung
Langganan:
Postingan (Atom)