================================
Maff Ratna Pualam Jiwaku
30-04-2011
tak bisa ku tampilkan aksara ratna kata
sebagaimana ada jejak penyejuk jiwa dulu pernah tercipta
...
bukan menghancurkan telaga cinta yang telah kokoh
riak-riak air yang telah meretakkan telaga yang terbendung
kita hanyut di dalam genangan telaga ini
dinding yang retak dalam sisi telaga kita
perlahan membesar dan tiada kuasa kita bendung
Dalam...
sedalam pikiran menuju asa
hempasan gelombang di dinding kisi telaga cinta kita
tiada mampu tertahankan lewat rasa dan pengertian
Dan.......
rasakan kebersamaan terhempas ke bibir telaga
Sirnalah sudah karna tak keberdayaan rasa
Kini
tertinggal geliak air larut dalam mimpi
esok
ada dalam ancala dan hembus AnilanaMU
Gelap...
Segelap hati tanpa rasa
Hancur...
Sehancur rasa sesal yang mendera
Inilah akhir dari sebuah arus cinta beriak
hadir dalam prasasti puing-puing tepian telaga
dikau permata jiwaku
ada mentari di lubuk pertiwimu
insan bergerak lewat cita dan cinta
segenap pekat pun memiliki cita dan pita
ke Agungan-Nya ada dalam Dasyat Rencana
Dari keheningan, menerpa raga dan jiwa, kelabu warna hidup, menyelimuti negri dan semesta nalar. Hanya pada bias-bias biru, pada aksara biru , pada harapan biru, dan doa biru berkumpul di asa bersemayam.
Sabtu, 30 April 2011
Minggu, 03 April 2011
beningku

celebes,,,,
bertutur pada anak angin
gunung, cakrawala-Nya
lihat bunga mawar
lihat bebatuan
tengok diamnya gunung
tunduk dalam tasbih
danau riak menggelitik tahmid
melebur danau jadi kemilau
menyapa ruh jadi aku
menenun tarian aku jadi nafas-Mu
***
semua yang kemilau
adalah yang hijau
menaambur berdoa
tambur warna
tetap memikat dan air mewangi
sungai,
riak beriak alirkan rindu
maka daun
yang lepas
yang gugur
dari dahan
menjatuhkan makrifat
lalu engkau pun
????????
ada dalam bisik shirat-Nya
atawa iseng di tepi taman-Nya
Sabtu, 02 April 2011
kelana jiwa
menatar beraian maya
bertutur buaian kata
Makrifat bunga mawar
Makrifat batu-batu
merangkai tasbih danau
melebur danau jadi kemilau
melebur ruh jadi aku
melebur aku jadi nafas-Mu
***
semua yang kemilau adalah yang hijau
engkau berdoa supaya warna
tetap memikat dan air mewangi
dan sungai mengalirkan rindu
maka daun yang lepas
dari dahan menjatuhkan makrifat
lalu engkaupun
menatar beraian maya
bertutur buaian kata
Makrifat bunga mawar
Makrifat batu-batu
merangkai tasbih danau
melebur danau jadi kemilau
melebur ruh jadi aku
melebur aku jadi nafas-Mu
***
semua yang kemilau adalah yang hijau
engkau berdoa supaya warna
tetap memikat dan air mewangi
dan sungai mengalirkan rindu
maka daun yang lepas
dari dahan menjatuhkan makrifat
lalu engkaupun
Jumat, 01 April 2011
senja
celebes menoreh, gemericik sungai
Sungai rindu mengalir
di bingkai aliran lubuk
Mengikuti liku-liku tak bertepi
Membawa pesona diri-Mu
dalam ego
bergumul asa
humus tatar
Atas keinginan
dan rasa
terbawa bersama arus sendiri
Pada gigir edar sang kala
tak tertuju
Ku coba melukis bayangan di dalam air
itu
Tapi Semua hilang tak berarti
Walaupun ku coba dengan pahat rasa
di hati
Kehadiran-Mu adalah semu
Seperti sebuah fatamorgana
fermentasi ilusi
di saharadan sabana jiwa
Indah-Mu
tak dapat tersentuh
kalbu
dahaga rasa melilit rongga iman
Lembayung saga memerah merah
laksana bayang
Kau ada tapi seperti tiada
Kau nyata hanya di pelupuk
mata
gelitik sirat-Mu berlari-tari
di Bumiku
Biarlah ada tanpa bisa ku jamah
Karena
ya Pemlik nafas Engkau tetap terindah
dalam bayang iman yang terbingkai
+++++++++++
Langganan:
Postingan (Atom)