Jumat, 01 April 2011

senja


celebes menoreh, gemericik sungai







Sungai rindu mengalir

di bingkai aliran lubuk

Mengikuti liku-liku tak bertepi

Membawa pesona diri-Mu

dalam ego

bergumul asa

humus tatar

Atas keinginan

dan rasa

terbawa bersama arus sendiri



Pada gigir edar sang kala

tak tertuju

Ku coba melukis bayangan di dalam air

itu

Tapi Semua hilang tak berarti

Walaupun ku coba dengan pahat rasa

di hati

Kehadiran-Mu adalah semu

Seperti sebuah fatamorgana

fermentasi ilusi

di saharadan sabana jiwa

Indah-Mu

tak dapat tersentuh

kalbu

dahaga rasa melilit rongga iman

Lembayung saga memerah merah

laksana bayang

Kau ada tapi seperti tiada

Kau nyata hanya di pelupuk

mata

gelitik sirat-Mu berlari-tari

di Bumiku

Biarlah ada tanpa bisa ku jamah

Karena

ya Pemlik nafas Engkau tetap terindah

dalam bayang iman yang terbingkai

+++++++++++

Tidak ada komentar:

Posting Komentar