celebes menoreh, gemericik sungai
Sungai rindu mengalir
di bingkai aliran lubuk
Mengikuti liku-liku tak bertepi
Membawa pesona diri-Mu
dalam ego
bergumul asa
humus tatar
Atas keinginan
dan rasa
terbawa bersama arus sendiri
Pada gigir edar sang kala
tak tertuju
Ku coba melukis bayangan di dalam air
itu
Tapi Semua hilang tak berarti
Walaupun ku coba dengan pahat rasa
di hati
Kehadiran-Mu adalah semu
Seperti sebuah fatamorgana
fermentasi ilusi
di saharadan sabana jiwa
Indah-Mu
tak dapat tersentuh
kalbu
dahaga rasa melilit rongga iman
Lembayung saga memerah merah
laksana bayang
Kau ada tapi seperti tiada
Kau nyata hanya di pelupuk
mata
gelitik sirat-Mu berlari-tari
di Bumiku
Biarlah ada tanpa bisa ku jamah
Karena
ya Pemlik nafas Engkau tetap terindah
dalam bayang iman yang terbingkai
+++++++++++
Tidak ada komentar:
Posting Komentar